Lift

19 03 2010

Elevator

Bagaimana jika Anda berada di dalam sebuah lift dan kawat lift tersebut terputus?

kontrol liftApakah Anda pernah menyaksikan sebuah pertunjukan film laga dimana para jagoan mengambil lokasi di lift, tapi penjahat yang licik telah memotong kawat traksi lift? Lift merosot lusinan tingkat dan hancur dalam bola api akibat tubrukan di dasar gedung. Bahkan konon katanya ada perjalanan di Disneyland, yang disebut “Tower of Terror” di mana pengunjung benar-benar dapat merasakan perjalanan naik lift yang jatuh 13 lantai!..#@$%&^|!\*???…

Untungnya, Lift di dunia nyata memiliki begitu banyak fitur keselamatan yang mana hal semacam tersebut diatas kecil kemungkinannya untuk terjadi, namun walaupun demikian jangan terlalu yakin akan teknologi rekayasa buatan manusia sebab semua ada limitnya, kekuatan do’a adalah yang utama sebab manusia berusaha Tuhan jua yang menentukan, maka tetaplah berhati-hati. liftElevator atau lift adalah sebuah alat transportasi yang digunakan untuk memindahkan barang atau manusia secara vertikal dari lantai atas ke lantai bawah atau sebaliknya. Karena lift, manusia telah mampu membangun gedung-gedung tinggi pencakar langit, karena salah satu hambatan terbesar untuk bangunan-bangunan tinggi adalah masalah transportasi ke lantai-lantai atas. Dengan menggunakan lift, masalah itu telah diselesaikan dan karena hukum akses terhadap pengguna kursi roda, lift sering merupakan persyaratan dalam bangunan baru yang memiliki beberapa lantai.

    Berdasarkan hoist mekanisme angkatnya lift dapat dibagi atas:

  1. Traction Elevators
  2. Hydraulic Elevator
  3. Climbing Elevator
  4. Paternoster

    Dan berdasarkan pemakaiannya lift dapat dibagi atas:

  1. Lift Penumpang
  2. Lift Service
  3. Dump Waiter

Konsep lift adalah sangat sederhana – hanya sebuah kompartemen terikat pada sebuah sistem mengangkat, mengikatkan sepotong tali pada sebuah kotak. Sebuah lift pada dasarnya adalah sebuah landasan platform atau kabin, baik yang ditarik ataupun didorong ke atas oleh sebuah peralatan mekanis. Sebuah lift modern terdiri dari sangkar (cage, sangkar) yang dipasang di dalam ruang tertutup yang disebut “shaft” atau “hoistway“.

Lift modern tentu saja jauh lebih rumit, menggunakan sistem mekanis yang lebih maju dibanding pendahulunya untuk menangani substansial dari berat sangkar lift dan muatannya. Selain itu, lift membutuhkan mekanisme kontrol sehingga penumpang dapat mengoperasikan lift dan mereka perlu alat pengaman untuk menjaga agar semuanya berjalan lancar.

sheavesDalam sebuah traksi lift, sangkar ditarik oleh tali baja ke atas melalui alur katrol, disebut “sheave“. Berat sangkar diseimbangkan dengan bandul penyeimbang. Kadang-kadang dua lift selalu bergerak serentak dalam arah berlawanan dan saling mengimbangi. Gesekan antara tali dan pulley katrol menghasilkan traksi sehingga jenis ini dinamakan traksi lift.

Lift hidrolik menggunakan prinsip hidrolik untuk menekan yang ada di atas tanah atau piston ada di dalam tanah untuk menaikkan dan menurunkan sangkar. Untaian hidrolika menggunakan kombinasi tali dan kekuatan hidrolik untuk menaikkan dan menurunkan sangkar.

Teknologi yang digunakan dalam instalasi baru tergantung pada berbagai faktor. Lift hidrolik lebih murah, tapi menginstal silinder yang lebih besar dari pada panjang tertentu menjadi tidak praktis untuk shaft lift yang sangat tinggi. Untuk bangunan yang jauh lebih dari tujuh lantai, traksi lift harus digunakan sebagai gantinya. Lift hidrolik biasanya lebih lambat daripada traksi lift.

Referensi pertama tentang lift terdapat di dalam karya-karya arsitek Romawi Vitruvius, yang menyatakan bahwa Archimedes membangun lift pertama, mungkin di 236 SM, dalam beberapa sumber sastra periode sejarah lift kemudian disebut-sebut sebagai cabs, menggunakan tali rami dan didukung dengan tangan atau dengan kekuatan hewan yang dipasang di biara Sinai Mesir.

Pada abad ketujuh belas prototipe lift yang terletak di bangunan istana di Inggris dan Perancis. Pada 1793 Ivan Kulibin menciptakan lift dengan mengangkat sekrup mekanisme untuk istana musim dingin Santo Petersburg. Pada tahun 1816 didirikan sebuah lift di bangunan utama dari sub-desa bernama Arkhangelskoye Moskow. Pada tahun 1823, sebuah “ruang yang dapat naik” memulai debutnya di London.

Pada tahun 1853, Elisha Otis memperkenalkan sistem keselamatan lift, yang mencegah jatuhnya sangkar jika kabel putus. Beberapa dari inovasi yang dibuat oleh Otis dalam bidang pengendalian otomatis adalah Sistem Pengendalian Sinyal, Peak Period Control, Sistem Autotronik Otis dan Multiple Zoning, desain keselamatan lift Otis agak mirip dengan salah satu jenis yang masih digunakan sampai sekarang. Sebuah perangkat governur melibatkan knurled rol (s), mengunci lift ke lift pemandu jika terjadi kecepatan yang berlebihan. Pada 23 Maret 1857, lift Otis pertama dipasang di 488 Broadway di New York City. Dan pada tahun 1867 Charles dan Norton mengembangkan warisan yang ditinggalkan oleh Otis sang ayah dengan membentuk Otis Brothers & Co.

Pada tahun 1889 Otis mengeluarkan mesin elevator listrik direct-connected geared pertama yang sangat sukses. Dan pada tahun 1903, Otis memperkenalkan desain yang akan menjadi “tulang punggung” industri elevator,yaitu : elevator listrik gearless traction yang dirancang dan terbukti mengalahkan usia bangunan itu sendiri. Hal ini membawa pada berkembangnya jaman struktur-struktur tinggi, termasuk yang paling menonjol adalah Empire State building dan World Trade Center di New York, John Hancock Center di Chicago dan CN Tower di Toronto.

Lift listrik pertama dibuat oleh Werner von Siemens pada tahun 1880. Keamanan dan kecepatan lift listrik mengalami peningkatan drastis dibuat oleh Frank Sprague.

Instalasi Lift

Pemberian energi listrik pada lift harus berasal dari cabang tersendiri, mulai dari pemutus hubung bagi utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz. Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar Gbr. Contoh Kontruksi Lift.

Bagian-bagian Lift

Bagian-bagian mekanik yang ada pada lift adalah:

  • Batang peluncur terbuat dari kerangka baja profil yang tegak berdiri setinggi struktur gedung.
  • Sangkar Lift berfungsi sebagai tempat penumpang sejumlah 6-10 orang yang bergerak naik-turun melalui kerangka atau batangbatang peluncur tersebut. Dalam sangkar lift dilengkapi dengan tomboltombol tekan untuk memberhentikan lift pada lantai tertentu. Selain itu juga dilengkapi dengan pintu gingsir yang digunakan untuk masuk dan keluarnya penumpang dan pada pintu juga dilengkapi dengan alat pengaman.
  • Kabel baja telanjang lemas berinti banyak. Salah satu ujungnya diikat pada sangkar sedang ujung lainnya melalui roda piringan bagian atas, turun ke bawah selanjutnya di ikat pada bandul pemberat yang memiliki berat sedikit lebih berat dari beratnya sangkar, yaitu sebesar 45% lebih. Karena adanya bandul pemberat maka untuk menaikkan dan menurunkan sangkar lifttidak memerlukan tenaga yang besar.
  • Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan (disk), satu roda di atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift. Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang digerakkan oleh motor listrik berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya.

Untuk menjaga keselamatan para penumpang, pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat pengaman, baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor keamanan yang tinggi. Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic box (plc) yang dipasang pada ruang mesin lift dan umumnya berada diatas shaft atau hoistway:

Macam peralatan dan pengaman pada lift

  • Penentuan berat sangkardipengaruhi oleh berat sangkar ditambah dengan 45% lebih muatan.
  • Pada saat sangkar berkedudukan di tempat yang paling atas, masih ada ruang bebas setinggi ±175 cm, sedang pada kedudukan paling bawah, masih ada ruang bebas dengan jarak ±75 cm.
  • Jika terjadi lift berhenti melebihi titik teratas atau terbawah, lift akan menyentuh saklar akhir dan lift segera berhenti. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di bawah hingga merupakan pengaman ganda.
  • Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman, masing-masing untuk lift dan bandul pemberat Piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. Jika lift turun lebih cepat 6% dari kecepatan normal. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika kabelnya putus) yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga.
  • Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada sangkar api).
  • Pada saat lift berhenti, pintu lorong dan pintu sangkar akan membuka dan menutup sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya penumpang. Diantara daun pintu lorong dan daun pintu sangkar terdapat daun pintu pengaman yang menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk kedalam dan mematikan aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti seketika.
  • Pada sangkar terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguan-gangguan dan kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. Jenis gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik, sumber tegangan mati, pintu macet, dan lain-lainnya.

Pada sangkar terdapat telepon yang sewaktu-waktu dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar mesin. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai.

konstruksi lift

Keterangan Gambar Gbr. Contoh Kontruksi Lift

  • PT : Piringan traksi untuk 3 kabel baja
  • PP : Piringan pengatur jalannya sangkar sangkar (tempat beban)
  • TP : Kabel baja pengatur juga menggerakkan mekanik pengaman
  • PPN : Piringan penegang
  • KM : Kamar mesin tepat di atas lorong lift
  • DC : Cakar pengaman yang dapat mengait keras tonggak peluncurm sebagai rem
  • BP : Batang peluncur
  • TP : Tonggak pengaman
  • A : Kawat baja dimasukkan tabung besi cor B
  • B : Tabung besi cor
  • C : Kerangka sangkar bagian atas (frame atas)
  • D : Pegas (pir) penyerap getaran
  • KB : Kabel baja

Pada sistem lift yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut:

  • Kapasitas angkut, dinyatakan dalam Kg atau total jumlah orang.
  • Kecepatan gerak, dinyatakan dalam meter/menit.
  • Jumlah lantai yang dilayani, mencakup jumlah stop/opening dari pintu lift
  • Jarak gerak, sangkar lift pada posisi terendah s/d teratas dinyatakan dalam meter.
  • Over head, jarak aman yang ditentukan dari lantai teratas s/d lantai ruang mesin.
  • Kedalaman pit, sangat ditentukan berdasarkan kecepatan lift.
  • Ukuran bersih shaft.
  • Jenis pintu (center opening atau side opening)
  • Sistem Kerja,
    • Simplex, lift bekerja secara individual & tidak terpengaruh oleh lift yang lain.
    • Duplex, 2 lift yang bekerja dalam 1 kontrol
    • Group control, beberapa lift yang bekerja dalam 1 kontrol.

Kriteria tersebut sangat mempengaruhi dalam penetapan kapasitas, kecepatan dan jumlah lift yang akan dipakai dalam suatu gedung.


Peralatan Utama & Fungsi

  • Mesin pengangkat (hoisting machines), Berupa motor listrik dengan transmisi menggunakan gear atau gearless.
  • Rem
    • Rem menggunakan sisyem arus listrik.
    • Sistim kontrol rem saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor listrik, direncanakan dan diatur rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift sudah berhenti dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift
    • Sangkar lift berhenti darurat, untuk melepas rem dilakukan secara manual
  • Katrol (sheaves)
    • Terbuat dari cor.
  • Kawat penggantung (ropes) Ropes untuk kabin lift & counter weight terbuat dari baja berpilin
  • Rel penuntun (guide rails). Untuk kabin lift & counter weight dipasang menggunakan bracket dan terikat kuat pada struktur bangunan.
  • Bandul pengimbang (counterweight)
    • Terbuat dari balok besi tuang yang dipasang tersusun pada rangka baja.
    • Mampu memberi keseimbangan sebesar berat kabin lift kosong ditambah 40% – 45% berat beban maksimum
  • Sepatu Penuntun (guide metal shoe), Terpasang kuat pada bagian atas & bawah kabin lift & counterweight.
  • Buffer, Terpasang dibawah sangkar lift & counter weight.
  • Sangkar Lift Penumpang.
    • Rangka Sangkar Elevator
      • Dibuat dari profil baja yang dicat anti karat
      • Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas sangkar dan yang lain pada bagian bawah sangkar tepat guide rail.
    • Lantai Sangkar
      • Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat.
      • Bagian bawah dilapisi peredam suara.
      • Ukuran dan kekuatan sesuai kapasitas angkut.
    • Dinding Sangkar
      • Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai & dibuat sesuai disain Arsitektur.
      • Bagian luar dilapisi peredam suara.
    • Langit-langit Sangkar
      • Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat.
      • Ketinggian tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas sangkar dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut dibuka.
      • Terdapat penerangan normal & darurat dengan sumber daya dari batere yang akan menyala pada saat listrik utama padam.
      • Terdapat Exhaust Grille dengan Exhaust Fan untuk ventilasi.
      • Bagian atas dilapisi peredam suara.
    • Pintu Sangkar
      • Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai & dibuat sesuai disain Arsitektur.
      • Terdiri atas dua panel side opening.
      • Penggerak pintu sangkar adalah motor listrik yang dilengkapi dengan alat pengatur kecepatan.
    • Indikator Sangkar, Integrated dengan Sangkar Operating Panel dilengkapi dengan penunjuk arah pergerakan sangkar. Indikator posisi sangkar dan bel.
    • Sangkar Operating Panel
      • Terbuat dari SS plate dengan hairline finish atau sesuai pesanan.
      • Terdiri atas peralatan sebagai berikut :
        • Pushbutton untuk setiap lantai
        • Pushbutton untuk membuka pintu
        • Pushbutton untuk emergency stop
        • On-Off switch untuk lampu penerangan
        • On-Off switch untuk exhaust fan
        • Key-switch untuk indipendent operation
        • Lampu dan atau buzzer tanda kelebihan penumpang
        • Pushbutton untuk intercom
        • Plat nama pabrik pembuat
  • Magnetic Landing Device, Untuk memberhentikan sangkar lift pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi +/- 5 mm dari lantai yang bersangkutan.
  • Landing Door
    • Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu sangkarnya.
    • Dilengkapi dengan wide jamb atau narrow jamb.
    • Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai & dibuat sesuai disain Arsitektur.
    • Dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara elektris dan mekanis dan dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer.
  • Door Sills dan Toe Guards
    • Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded Alumunium yang didudukkan pada beton yang telah disediakan.

Istilah Pada Konstruksi Lift

konstruksi lift-2

  • Top Clearance (F) : Jarak ruang bebas yg aman antara bagian paling atas sangkar dengan ‘plafond’ ruang luncur jika ada orang diatas sangkar.
  • Pit Depth (E): Kedalaman dari pit / bagian bawah ruang luncur/sumuran.
  • Jamb : Kusen pintu lift. Ada narrow jamb dan wide jamb.
  • Main Rail : Rel pemandu untuk agar sangkar bisa berjalan vertikal tidak berayun dan sebagai sa-rana untuk pengereman darurat.
  • Counterweight Rail : Rel untuk memandu jalannya bobot imbang.
  • Rail Bracket : braket untuk memasang rel.
  • RG, Rail Gauge : jarak ujung rel ke ujung rel yang lain.
  • Counterweght : bobot imbang untuk mengim-bangi berat sangkar.
  • Sangkar : Sangkar tempat berdiri penumpang naik turun.
  • Overhead (C): Jarak dari lantai teratas dengan ‘plafond’ ruang luncur .
  • Sill : Profil alumunium dibawah pintu lift (Sangkar door dan Hall Door).
  • Sangkar Door : Pintu sangkar lift.
  • Hall Door atau Landing Door : Pintu luar atau Pintu lantai.
  • Hall Lantern : Lampu kedip yang menunjukkan kedata-ngan lift atau arahnya.
  • Traveling distance (D): Jarak gerak dari lantai paling bawah sampai lantai paling atas dalam kondisi operasi normal.
  • Door height (G) : Tinggi pintu lift.
  • Main sheave : Roda utama yang ada pada mesin/motor lift.

Pada bagian berikut, kita akan melihat bagaimana unsur-unsur keselamatan ini bekerja untuk menjaga agar tidak meluncur jatuh ke tanah jika terjadi kesalahan.

motor liftBerikut ini sebagian dari rincian fitur keselamatan yang ada pada sebuah lift:

Pengunci Kabel : Dalam sistem kabel lift, kabel baja disambung ke simpul sangkar atas cakra katrol (sheave). Sebuah sheave adalah sebuah katrol dengan sisi permukaan bulat berlekuk, di bagian atas poros lift. Alur sheave menggenggam kabel baja. Jadi, ketika sebuah motor listrik memutar sheave, kabel-kabel ikut bergerak. Kabel yang mengangkat sangkar juga terhubung ke bandul penyeimbang, yang menggantung di sisi lain sheave. Sangkar dan bandul penyeimbang keduanya berjalan bersamaan tapi berlawanan arah sepanjang rel baja.

Mesin lift tua dan berkarat dapat membuat operasi lift berhenti, tapi kemungkinan tidak akan memutuskan semua kabel di dalam shaft lift. Setiap kabel lift terbuat dari beberapa bahan baja panjang yang dipilin bersama satu dengan lainnya. Kabel ini sangat jarang terputus dan pengawasan secara teratur untuk memastikan tidak ada kerusakan akibat pemakaian. Tetapi tetap sebuah kabel baja juga bisa terputus. Lalu apa yang terjadi kemudian?

runaway-elevator-1Hampir semua katrol lift memiliki beberapa kabel – totalnya antara empat sampai delapan. Bahkan jika satu kabel terputus, kabel yang tersisa akan mampu mempertahankan lift tetap beroperasi dan pada kenyataannya, hanya satu kabel saja sudah cukup.

Pengaman dan Pengaturan Governur: Mari kita berandai-andai jika semua kabel itu terputus, safety lift akan menendang masuk pengaman sistem pengereman pada sangkar lift yang menjepit jalur rel naik dan turun yang ada di hoistway (shaft) lift. Beberapa pengaman menjepit rel, sementara yang lain menggerakkan ganjal apit ke dalam rel. Biasanya, pengaman diaktifkan oleh kecepatan mekanis governur.

runaway-elevator-2Governur adalah katrol yang berputar ketika lift bergerak, ketika governur berputar terlalu cepat, gaya sentrifugal akan mengaktifkan sistem pengereman.

Pada bagian bawah lift: Jika pengaman lift gagal, sangkar akan jatuh dengan cepat, tetapi Anda tidak akan benar-benar berada dalam keadaan jatuh bebas. Gesekan dari rel di sepanjang shaft dan tekanan dari udara di bawah sangkar akan memperlambat sangkar anjlok, dampaknya sangkar akan berhenti dan anda akan terjerembab terbanting ke lantai lift, sebab menurut teori anda akan merasa lebih ringan dari biasanya.

Akan tetapi terdapat dua hal yang akan meredam benturan:

Pertama, Sangkar lift akan menekan udara di bagian bawah shaft ketika jatuh, seperti piston memampatkan udara kedalam pompa sepeda. Tekanan udara akan memperlambat sangkar lift ke bawah.

Kedua, Kebanyakan kawat lift memiliki penahan terhadap guncangan (build-in shock absorber) pada bagian bawah shaft, biasanya seperti piston atau shock breacker atau spiral baja di dalam silinder berisi cairan minyak dan ini akan meminimalisir dan melindungi dampak juga.

Dengan semua fitur ini di tempat, Anda akan memiliki peluang bagus untuk bertahan hidup pada setiap kecelakaan lift.

Piranti Sistim Pengaman Lift Yang Perlu Ketahui.

Ada banyak alat pengaman yang dipasang pada konstruksi lift, diantaranya :

  • Circuit Breaker, berfungsi : Memutuskan sumber tenaga listrik dari panel induk (sub panel) ke panel control lift. Menjaga peralatan elektronik dari lift jika terjadi arus lebih (over current).
  • Governoor, berfungsi : Memutuskan aliran listrik ke panel control lift jika governor mendeteksi over speed pada traffic lift atau roda pulley governoor. Menjepit kawat sling governor (catching).Secara mekanik bandul governor akan menjepit kawat sling governor (rope governor) dan dengan terjepitnya sling ini,maka sling ini akan menarik safety wedge pada unit safety gear/safety wedge yang terletak di bawah car lift dan akan mencengkaram rail untuk melakukan pengereman secara paksa terhadap lift.
  • Upper Final Limit Switch,berfungsi : Merupakan double proteksi untuk menghentikan operasi lift jika switch batas atas gagal beroperasi.
  • Lower Final Limit Switch, berfungsi : Merupakan double proteksi untuk menghentikan opersi lift jika switch batas bawah gagal beroperasi.
  • Upper Limit Switch, berfungsi : Berfungsi menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai tertingginya.
  • Lower Limit Switch, berfungsi : Menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai terendahnya.
  • Emergency Exit (manhole),berfungsi : Penumpang dapat di tolong/evakuasasi dari dalam sangkar melalui manhole ini pada saat emergency.Manhole ini hanya dapat di buka dari sisi luar bagian atas.jika pintu ini terbuka lift otomatis akan berhenti.
  • Emergency Light, berfungsi : Lampu emergency akan menyala secara otomatis jika terjadi pemdaman sumber listrik.Lampu ini dapat bertahan rata-rata sampai dengan 15 menit.
  • Safety Gear/Safety Wedge, berfungsi : Melakukan pengereman (menjepit) terhadap rail jika governor mendeteksi terjadinya over speed.
  • Lock Out, berfungsi : Terletak di sisi sebelah atas dari pintu luar lift yang memungkinkan untuk di buka jika ingin melakukan pertolongan darurat pada penumpang jika terjadi emergency.
  • Door Lock Switch,berfungsi : Mencegah pintu terbuka pada saat lift sedang beroperasi (running).Pintu hanya dapat di buka setelah sangkar berhenti.
  • Interphone,berfungsi : Penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas teknisi (building maintenance) di ruang mesin,ruang control atau ruang security jika terjadi pemdaman listrik atau hal emergency.
  • Safety Shoe,berfungsi : Mendeteksi gangguan pada saat pintu akan menutup dan membuka kembali jika mendeteksi sesuatu.Photocell dapat di gunakan secara bersamaan safety shoe ini.
  • Weighing Device (pendeteksi beban),berfungsi : Memberikan / mengaktifkan buzzer alarm pada saat weighing device ini mendeteksi beban sangkar yang berlebih.jika weighing device ini aktif pintu lift akan tetap terbuka sampai dengan sangkar di kurang bebannya.
  • Apron, berfungsi : Mencegah penumpang terjatuh ke dalam hoistway (ruang luncur lift) pada saat penumpang mencoba keluar ketika lift berhenti tidak level.
  • Buffer, berfungsi : Jika sangkar atau counterweight (beban penyeimbang) bergerak kea rah paling bawah,buffer akan mengurangi terjadinya shock (guncangan).

Tak seperti pada rem mobil, rem mesin lift hanya berfungsi untuk menahan lift pada saat lift berhenti. Terjadi perlambatan lift/deselerasi tidak disebabkan oleh rem lift tetapi oleh sistim kontrol lift. sehingga kanvas rem lift umurnya sangat lama.

Governor berfungsi untuk memberhentikan lift jika terjadi kecepatan lebih. Cara mematikan lift ada 2 cara :

  • Mematikan lift dengan melakukan pengereman mesin melalui pemutusan saklar governor pada kecepatan lebih tingkat pertama.
  • Jika saklar governor aktif sedangkan lift masih belum berhenti, maka penjepit rope governor (grip) akan jatuh dan rope berhenti dan mengaktifkan rem darurat (safety device) yang ada di samping sangkar.

Setelah tali governor tertahan, rem darurat yang berada disamping kiri dan kanan sangkar akan lansung aktif menjepit rel pemandu. Karena bentuknya yang tirus, semakin turun sangkar, maka jepitan terhadap rel semakin kuat dan tetap memaksa sangkar berhenti.

Pintu luar selain dilengkapi kunci kait agar selalu mengunci, juga dilengkapi dengan saklar pengaman. Saklar ini berfungsi agar waktu pintu lift terbuka, sangkar dijamin akan tetap berhenti. Bahaya mengancam jika pintu terbuka lift bisa jalan.

Sama seperti pada pintu luar, pintu sangkar dilengkapi dengan saklar pintu sehingga jika pintu sangkar terbuka, lift tidak bisa jalan.

Traksi Lift

traksi liftYang paling populer adalah desain traksi lift atau lift bertali. Pada traksi lift, sangkar dinaikkan dan diturunkan dengan memanfaatkan daya tarik tali baja bukan didorong dari bawah seperti pada lift hidrolik.

Tali melekat pada sangkar lift dan dilingkarkan di sekitar sheave (3). Sebuah sheave hanyalah sebuah katrol dengan permukaan yang dikitari alur. Sheave menggenggam kawat kerek (hoist ropes), jadi ketika sheave berputar, kawat hoist juga ikut bergerak.

Sheave terhubung ke motor listrik (2). Ketika motor bergerak kesuatu arah sheave meningkatkan level lift dan ketika motor beralih ke arah lain sheave menurunkan lift. Pada gearless lift, motor langsung memutar sheave dan pada geared lift, motor memutar rentetan roda gigi yang memutar sheave. Umumnya, sheave, motor dan sistem kontrol (1) seluruhnya ditempatkan di sebuah kamar khusus mesin lift di atas shaft.

Tali kawat yang mengangkat sangkar juga terhubung ke bandul penyeimbang (4), yang tergantung di sisi lain sheave. Berat bandul pengimbang yang hampir sama dengan berat sangkar ditambah sampai 40% dari kapasitas. Dengan kata lain, ketika sangkar dipenuhi 40% dari kapasitas atau jumlah rata-rata, maka bandul penyeimbang dan sangkar berada pada keseimbangan sempurna.

Tujuan dari keseimbangan ini adalah untuk menghemat energi. Dengan beban yang sama di setiap sisi sheave, hanya dibutuhkan sedikit tenaga untuk mencapai keseimbangan ujung yang satu terhadap ujung yang lainnya. Pada dasarnya, motor hanya untuk mengatasi gesekan, beban berat di sisi lain melakukan sebagian besar dari kerja. Dengan kata lain, menjaga keseimbangan tingkat energi potensial yang hampir konstan dalam sistem secara keseluruhan. Menggunakan kenaikan energi potensial di dalam sangkar lift membuatnya turun ke ground, penambahan energi potensial dalam bobot menyebabkan bandul penyeimbang naik ke puncak shaft. Hal yang sama terjadi sebaliknya ketika lift naik.

Sangkar lift dan bandul pengimbang, keduanya berjalan diatas rel pemandu (5) sepanjang sisi dari shaft lift. Rel menjaga sangkar dan bandul pengimbang dari guncangan dan juga bekerja bersama sistem pengaman untuk menghentikan sangkar apabila dalam keadaan darurat. Traksi lift jauh lebih fleksibel daripada lift hidrolik, serta lebih efisien. Umumnya juga memiliki lebih banyak sistem keselamatan.

geared machineGeared Traction Machines digerakkan oleh motor listrik AC atau DC. Mesin pengarah menggunakan roda gigi cacing untuk mengontrol pergerakan sangkar mekanis lift dengan “menggulung” tali baja lebih dari satu alur pengarah yang terpasang pada gearbox dan digerakkan oleh motor dengan kecepatan tinggi.

Sesuai dengan namanya, disain motor listrik ini menggerakkan sebuah gear type reduction unit yang memutar hoisting sheave. Walaupun lebih lambat dibanding gearless elevator, gear reduction memberikan keunggulan yaitu memerlukan motor dengan tenaga yang lebih kecil untuk memutar sheave. Elevator ini bergerak dengan kecepatan 350 sampai 500 kaki per menit (1.75 sampai 2.5 meter per detik) dan mengangkut beban sampai 30.000 pound (13.600 kg). Rem yang dikendalikan dengan listrik antara motor dan reduction unit menghentikan elevator, dengan menahan sangkar lift di lantai yang dikehendaki.

gearless machineGearless Traction Machines kecepatan rendah (Low RPM), torsi tinggi didukung oleh motor listrik AC atau DC. Dalam kasus ini, alur pengarah secara langsung menempel pada ujung motor. Elevator semacam ini bergerak dengan kecepatan lebih dari 500 kaki per menit (2,54 meter per detik).

Pada Gearless Traction Machine, kawat baja pilin yang disebut hoisting rope dihubungkan dengan bagian atas sangkar lift dan dililitkan pada drive sheave di dalam alur khusus. Ujung yang satu lagi dari tiap kabel dihubungkan dengan sebuah counterweight yang turun naik di jalur angkat guide railnya sendiri. Gabungan berat sangkar lift dan counterweight menekan kabel ke dalam drive sheave grooves, dengan demikian memberikan daya tarik yang diperlukan pada saat sheave berputar. Teknologi gearless ini memungkinkan adanya gedung tertinggi di dunia saat ini.

Sebuah rem dipasang antara motor dan alur pengarah atau gearbox untuk memegang lift diam di lantai. Rem ini biasanya merupakan jenis drum eksternal dan digerakkan oleh gaya pegas dan pembuka elektrik, kegagalan daya akan menyebabkan rem berfungsi dan mencegah lift jatuh.

Berat bandul pengimbang biasanya sama dengan berat dari sangkar lift plus 40-50 persen dari kapasitas lift. Pada sistem geared atau gearless yang masing-masing digunakan pada instalasi gedung dengan ketinggian menengah dan tinggi, sangkar lift tergantung di ruang luncur oleh beberapa kawat baja katrol (ropes), biasanya dua puli katrol dan sebuah bandul pengimbang bobot (counterweight). Bobot sangkar dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggegam hoist ropes dan bergerak serta menahan sangkar tanpa selip berlebihan. Sangkar dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.

Mesin untuk menggerakkan lift terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur sangkar. Untuk memasok listrik ke sangkar dan menerima sinyal listrik dari sangkar ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan sangkar. Ujung kabel yang terikat pada sangkar turut bergerak dengan sangkar sehingga disebut sebagai “kabel bergerak (traveling cable)”.

Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan penggerak sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gir di gear box yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.

Jangan Panik!

  • Jika lift berhenti karena listrik padam.
    • Jika listrik tiba-tiba mati, lampu darurat didalam sangkar (sangkar) secara otomatis akan segera menyala. Lampu darurat ini merupakan perlengkapan standard dari sebuah lift yang ditenagai oleh batere NI-Cad.
    • Segera cari tombol interphone atau simbol phone. Mintalah pertolongan pada teknisi gedung untuk mengeluarkan anda dan tunggu sampai bantuan datang.
    • Selama menunggu, jangan mencoba membuka pintu dan mencari jalan keluar sendiri, karena lingkungan sekitar ruang luncur lift berbahaya.
    • Jika lift berada di pertengahan antara 2 lantai, lift akan di jalankan secara manual dengan tangan. Tunggu sampai berhenti dan di bukakan pintu oleh teknisi.
    • Setelah pintu terbuka keluarlah dari sangkar dan melangkah hati-hati. (Pintu akan ditutup kembali oleh teknisi setelah semua penumpang keluar.)
  • Jika lift di gedung anda di lengkapi dengan Alat Penyelamat Otomatis (ARD, Automatic Rescue Device).
    • Setelah listrik mati, lampu darurat akan menyala.
    • Tunggu beberapa detik, maka anda akan merasakan lift bergerak menuju lantai terdekat.
    • Setelah lift berhenti, pintu akan terbuka beberapa saat. Segeralah keluar dan melangkah hati-hati. Pintu akan otomatis tertutup lagi setelah beberapa detik.
  • Jika gedung memiliki pembangkit listrik sendiri (Genset) dan tenaganya cukup untuk semua lift.
    • Setelah listrik mati, lampu darurat akan menyala.
    • Tunggu anatra 10 sampai 30 detik, Listrik akan hidup kembali dan lampu sangkar akan menyala. Kemudian tunggu beberapa detik lagi dan tombol kembali lantai tujuan anda.
  • Jika gedung memiliki pembangkit listrik sendiri (Genset) dan tenaganya hanya cukup untuk sebagian lift.
    • Setelah listrik mati, lampu darurat akan menyala.
    • Tunggu anatra 10 sampai 30 detik, Listrik akan hidup kembali dan lampu sangkar akan menyala.
    • Tunggu sampai sangkar diturunkan secara bergantian ke lantai lobi utama.
    • Setelah sampai lobi utama, keluarlah dan cari lift yang dioperasikan dalam kondisi keterbatasan daya.
  • Jika terjebak dalam sangkar karena lift mengalami kerusakkan.
    • Ketika lift sedang melaju dan tiba-tiba mengalami kerusakkan, lift bisa berhenti ditengah jalan. Jika lift dilengkapi dengan trouble rescue device, maka setelah lift berhenti beberapa detik, lift akan segera mendarat di lantai terdekat pada kecepatan lambat. Setelah pintu lift terbuka segeralah keluar. Pintu akan menutup kembali dan lift tidak bisa digunakan sampai selesai diperbaiki. (Sistim rescue akan berjalan jika tidak ada gangguan pada sistim pengaman atau rangkaian elektronik penggerak sangkar).
    • Segera cari tombol interphone, atau tekan tombol dengan simbol phone. Mintalah pertolongan pada teknisi gedung untuk mengeluarkan anda dan tunggu sampai bantuan datang. Yakinkan anda bisa berkomunikasi dengan teknisi gedung yang terlatih melakukan rescue lift yang macet.
    • Selama menunggu, jangan mencoba membuka pintu dan mencari jalan keluar sendiri, karena lingkungan sekitar ruang luncur lift berbahaya bagi orang awam dan kemungkinan lift bisa tiba-tiba bergerak. Sehingga penumpang yang berusaha keluar sendiri bisa mengalami kecelakaan.
    • Jika lift berada di pertengahan antara 2 lantai, lift akan di jalankan secara manual dengan tangan. Tunggu sampai berhenti dan di bukakan pintu oleh teknisi.
    • Setelah pintu terbuka keluarlah dari sangkar dan melangkah hati-hati. (Pintu akan ditutup kembali oleh teknisi setelah semua penumpang keluar).
  • Jika Terjadi Kebakaran.
    • Jika anda sedang berada diluar lift dan tahu ada kebakaran. Jangan Menggunakan Lift. Cepat lari menuju ke tangga darurat untuk segera turun ke luar gedung.
    • Jika anda sedang berada dalam lift dan ada kebakaran. Jika lift menggunakan interkoneksi otomatis dengan fire alarm sehingga memperoleh peringatan dini. Maka lift akan otomatis turun ke bawah ke lantai utama. Atau secepatnya keluar lift,segera sesudah mendapat informasi ada kebakaran di suatu lantai. Ini jika liftnya tidak memiliki sistim otomatis.
    • Sesuai aturan international, pada saat kebakaran lift sama sekali tidak boleh digunakan. Segera menuju ke tangga darurat untuk turun.. Kecuali regu pemadam kebakaran yang menggunakan Fireman Lift (Lift Khusus Untuk Pemadam Kebakaran). Mereka sudah dilengkapi baju untuk pemadam kebakaran yang tahan api dan tahan panas.
  • Jika ada Gempa Bumi.
    • Jika lift diengkapi dengan sensor seismik, lift akan mendarat di lantai terdekat. Segera keluar dari lift dan mencari perlindungan seperti dibawah meja yang kuat. Jika akan turun menggunakan tangga darurat, mungkin sulit. Saat ada gempa, berdiri saja akan sulit, apalagi mau jalan ke tangga. lebih baik cari perlindungan.
    • Jika lift tidak dilengkapi sensor seismik, maka lift akan tetap jalan dan anda akan terasa dibanting-banting. Segera keluar lift dan secepatnya berlindung.
    • Setelah gempa bumi lift harus diperiksa dahulu sampai dinyatakan aman dan tidak berbahaya untuk digunakan.

Sistem operasi lift adalah sistem otomatis yang mengontrol semua gerak satu atau lebih lift agar efisien dan nyaman bagi pemakainya, misalnya bila ada sinyal panggilan dari suatu lantai maka otak kontrol merespon, mendeteksi dan mencari elevator yang terdekat untuk berhenti dilantai yang memanggil. Contoh lain ialah bila suatu elevator bebas dari panggilan dari semua lantai yang dilayaninya, maka ia otomatis akan ‘stand by’ di lobby dengan pintu selalu terbuka penuh. Dengan demikian kontrol elevator ini berfungsi mengolah sinyal panggilan, mendeteksi posisi semua elevator, merespon, menggerakkan sangkar naik atau turun, memberi perintah berhenti, mengubah modus operasi gerak motor dan lain-lain.

Hukum dan Perundang-undangan Nasional Indonesia tentang Lift & Eskalator :

Standard Nasional Indonesia (SNI) Mengenai Lift dan Eskalator.

Peraturan Pembuatan, Pemasangan, Penggunaan dan Perawatan Lift : Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI : Per 03/MEN/1999 Tentang Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift Untuk Penumpang dan Barang.

Keputusan Tentang Syarat, Hak dan Kewajiban, Serta Sertifikasi Teknisi Lift Agen Pemegang Merek dan Teknisi Gedung Yang Menangani Lift : Keputusan No. Kep-407/BW/1999 Tentang Percyaratan, Penunjukkan, Hak dan Kewajiban Teknisi Lift.

Undang-Undang Mengenai Persyaratan Keselamatan Kerja, Kecelakaan, Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja dan Pengurus Perusahaan dll : Undang-Undang no. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.


Referensi : Cari sendiri….atau……tanya paman google saja


About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: